Wartawan Bukittinggi Doa Bersama di Jam Gadang untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

    Wartawan Bukittinggi Doa Bersama di Jam Gadang untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
    Di bawah langit Bukittinggi, di depan Jam Gadang, kami hanya bisa menundukkan kepala dan berdoa. Untuk lima sahabat kami yang masih belum ditemukan di perairan Selat Sunda.

    Bukittinggi – Puluhan wartawan di Kota Bukittinggi menggelar doa bersama di kawasan Jam Gadang, Minggu (13/9) sore, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap lima jurnalis yang hilang saat meliput bencana erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

    Aksi spontan tersebut dihadiri Ketua PWI Bukittinggi, Asrial Gindo, Kepala Stasiun RRI, Abdul Ghafar, dan Ketua Bukittinggi Press Club (BPC), Al Fatah. Doa bersama berlangsung penuh keprihatinan di tengah keramaian ratusan wisatawan yang memadati kawasan ikonik kota itu.

    Kepala Stasiun RRI, Abdul Ghafar, menyebut aksi ini sebagai wujud kepedulian kemanusiaan sekaligus penghormatan atas perjuangan para jurnalis yang bekerja di wilayah berisiko tinggi.

    "Wartawan menyadari bahwa di balik setiap informasi yang sampai kepada masyarakat, terdapat perjuangan dan tanggung jawab besar para jurnalis yang bekerja langsung di lapangan, termasuk ketika harus berada di wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi, " ujarnya.

    Ia menegaskan, keselamatan wartawan harus menjadi perhatian bersama karena jurnalis merupakan bagian penting dalam rantai informasi kebencanaan.

    Ketua PWI Bukittinggi, Asrial Gindo, menyampaikan keprihatinan mendalam dan berharap proses pencarian kelima wartawan terus dilakukan secara maksimal.

    "Solidaritas ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap sesama wartawan. Kita sama-sama berdoa agar kelima rekan kita segera ditemukan dan diberikan keselamatan, " kata Asrial.

    Sementara itu, Ketua BPC Al Fatah menuturkan, doa bersama ini lahir dari rasa persaudaraan sesama insan pers. Menurutnya, wartawan tidak hanya bekerja menyampaikan berita, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan informasi masyarakat saat bencana terjadi.

    "Ketika seorang wartawan turun ke lapangan, ada tanggung jawab besar yang dibawanya. Mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, tetapi keselamatan tetap menjadi hal yang utama. Hari ini kita berkumpul dan berdoa sebagai bentuk solidaritas sesama insan pers, " ujarnya.

    Aksi tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di kalangan wartawan. Perbedaan media dan tempat bertugas tidak menjadi penghalang untuk saling mendukung ketika rekan seprofesi menghadapi situasi sulit.

    Doa pun dipanjatkan agar kelima wartawan yang hilang jejak di Laut Sunda segera ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali berkumpul dengan keluarga. (*)

    bukittinggi sumatera barat
    Linda Sari

    Linda Sari

    Artikel Sebelumnya

    MIN Kota Bukittinggi Gulai Bancah Raih Juara...

    Artikel Berikutnya

    Gajah Zidan Dirantai, Simpati Publik dan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    BPJS Kesehatan Perkuat Layanan Jantung JKN, Kasus Cath Lab Tembus 138 Ribu
    BPJS Kesehatan Minta Anggaran Rp20 Triliun Segera Cair, Tekan Cashflow Gap JKN
    Pastikan Kejuaraan Bola Basket Berjalan Aman, Polisi Perkuat Kehadiran di Tengah Masyarakat
    Kajari Bukittinggi Djamaluddin: Kejaksaan Perkuat Pendampingan Hukum dan Serius Perangi Narkotika
    Kalapas Irhamuddin Pimpin Kontrol Blok Hunian, Pastikan Situasi Tetap Aman

    Ikuti Kami